DEPOKPOS – Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur menjadi persoalan serius yang terus mendapatkan sorotan publik. Orang tua semakin resah dan khawatir akan keamanan lingkungan sekitar anak-anak mereka. Fakta ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak masih belum maksimal.
Khususnya di Indonesia, pelecehan seksual terhadap anak menjadi pusat perhatian berbagai organisasi perlindungan anak. Bagaimana tidak? Sejak awal tahun 2025, sudah banyak berita tentang kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh berbagai oknum.
Salah satu kasus yang menyita perhatian terjadi di Sekolah Dasar Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, di mana polisi menetapkan seorang guru sebagai tersangka tindak pidana pencabulan. Kejadian ini membuktikan lemahnya pengawasan perlindungan anak di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang anak.
Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA), jumlah kasus pelecehan seksual terhadap anak terus meningkat dari tahun ke tahun:
Data Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak (2020 – Juni 2025)
Dari data tersebut terlihat bahwa pada tahun 2020 hingga pertengahan 2025, kasus pelecehan terhadap anak mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam lima bulan pertama tahun 2025 saja, sudah tercatat lebih dari 7.000 kasus. Angka yang mengkhawatirkan ini memperlihatkan bahwa sistem perlindungan anak di Indonesia masih sangat lemah.
Menteri PPPA,Arifatul Choiri Fauzi, menyoroti aspek kesehatan mental sebagai salah satu akar dari kekerasan seksual. Ia menyatakan, “Kekerasan seksual itu terjadi di mana-mana. Karen sebetulnya,kesehatan mental masyarakat kita dalam posisi yang sangat menghawatirkan” ungkapnya.
Sebagai langkah awal pencegahan, peran orang tua sangat krusial dalam membentuk pola pikir anak untuk menjaga diri,mengenali perilaku yang tidak pantas,memahami batasan tubuh mereka sendiri orang tua perlu memberikan pendidikan seks sesuai umur dan menciptakan kebiasaan komunikasi yang nyaman dan terbuka tanpa menghakimi. Anak harus merasa aman untuk bercerita jika mengalami atau melihat hal-hal mencurigakan.
Pelecehan seksual terhadap anak adalah kejahatan yang harus kita lawan bersama. Masyarakat,pemerintah,sekolah, dan keluarga harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak. Dengan meciptakan lingkungan yang aman,edukatif,dan penuh empati bagi generasi masa depan Indonesia.
Sudah saatnya kita tidak lagi menutup mata. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang layak bagi generasi masa depan Indonesia.
Jonathan Imanuel
