DEPOK – Dalam situasi ekonomi yang makin menantang dan urbanisasi yang terus meningkat, ketahanan pangan tidak bisa hanya dibebankan pada sektor pertanian pedesaan saja. Kota seperti Depok yang cenderung berkembang menjadi wilayah urban pun perlu mengambil bagian. Salah satu upaya konkret terlihat dari inisiatif pemanfaatan lahan kosong di Tanah Merah, Cipayung, Depok, sebagai lahan produktif yang digarap oleh Kodim 0508 bersama masyarakat dan wartawan.
Ketahanan Pangan dari Lahan Terlantar
Kegiatan ini mengubah lahan tidur seluas 10 hektar menjadi kebun koro pedang, tanaman lokal yang cocok sebagai bahan dasar tempe dan tahu. Dalam beberapa laporan, Dandim 0508 Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto menjelaskan bahwa koro pedang dipilih karena mudah dibudidayakan, tahan hama, dan memiliki masa panen yang relatif cepat, yaitu setiap empat bulan.
Bagi saya, langkah ini bukan hanya soal menanam tanaman, tapi juga menanam kesadaran kolektif. Di kota seperti Depok yang lahannya makin sempit oleh pembangunan perumahan, proyek ini adalah bukti bahwa kolaborasi antarwarga, aparat, dan komunitas masih mungkin menghasilkan solusi berkelanjutan.
Peran Komunitas dan Wartawan
Yang menarik, kegiatan ini bukan hanya diinisiasi oleh institusi militer, tapi juga melibatkan komunitas wartawan. Peran media lokal tidak berhenti pada peliputan, tapi juga terjun langsung dalam aksi. Ini menjadi contoh sinergi sosial yang sangat berharga, terlebih di tengah menurunnya kepercayaan terhadap kolaborasi antar lembaga.
Saya melihat bahwa keikutsertaan wartawan bukan hanya simbolis. Dengan hadir langsung dalam pemanfaatan lahan, mereka juga memperlihatkan bahwa informasi yang diberitakan dapat lahir dari pengalaman langsung, bukan sekadar observasi dari kejauhan.
Potensi untuk Diperluas
Banyak lahan tidur di Depok yang bisa digarap. Jika model seperti ini bisa direplikasi oleh RT, RW, atau komunitas pemuda di lingkungan masing-masing, maka kita tidak hanya membicarakan ketahanan pangan, tapi juga ketahanan sosial dan lingkungan.
Sebagai warga, saya merasa program ini menginspirasi. Harapan saya, Pemerintah Kota Depok bisa turut memperluas program seperti ini ke wilayah-wilayah lain yang punya potensi sama. Edukasi pertanian perkotaan juga bisa mulai digalakkan di sekolah-sekolah dan karang taruna.
Penutup
Langkah awal memang kecil, tapi dampaknya bisa besar. Tanah yang selama ini terbengkalai, kini menjadi sumber kehidupan baru. Semoga kolaborasi seperti ini tidak berhenti hanya di Tanah Merah, melainkan menjalar menjadi gerakan bersama seluruh warga kota.
Oleh: Hanifah As’qia Adiba
